Konspirasi Atau Antipati???
Mengutip artikel dari detiksport.com, yang berjudul “Inter dan Kontroversi Wasit”, sebagai interisti dan pengamat bola, saya kok tertarik buat suatu analisa tentang ini. Tenang, walaupun saya ini interisti sejati, tapi saya akan membuat analisa yang seadil-adilnya. Ok, kita langsung analisa dari pertandingan yang membuat isu ini mencuat.
Pertandingan itu adalah duel Inter vs Parma, di mana inter unggul 3-2, yang sekaligus menjaga jarak dari AS ROMA. Media menyebutkan bahwa penalti akibat couto handsball, tidak pantas dihadiahkan kepada inter. Pro-kontra ini, sebenarnya sudah dijawab kebenarannya oleh “si pelaku” sendiri, yaitu Fernando Couto. Ia menyatakan bahwa dirinya memang handsball waktu itu. (dikutip dari detiksport edisi rabu, 6 Februari 2008). Terbukti bahwa inter saat itu tidak dibantu oleh wasit.
Sepertinya, media melupakan bahwa dalam 3 pertandingan terakhir, selalu saja ada pemain inter yang dikartu merah. Contoh terbaru, yaitu ketika inter lawan empoli pada minggu kemarin (3/2/2008). Wasit melihat bahwa pemain Empoli, Ighli Vanucchi, handsball. Untuk hal ini, keputusan wasit memang salah (jika dilihat dari tayangan ulang, handsball tidak terbukti). Tapi, perlu diingat, pertandingan itu juga diwarnai dengan dikartu merahkannya Vieira. Lagi-lagi inter harus bermain dengan sepuluh orang. Di babak kedua pun Empoli juga dihadiahi penalti oleh wasit, walaupun penalti tersebut gagal. Dapat dikatakan, kinerja wasit cukup baik dan adil di pertandingan tersebut.
Yang ditakutkan, rentetan kejadian ini, dilakukan untuk menghadang langkah inter untuk meraih trophy juara. Sepertinya, kualitas dari inter sendiri diabaikan begitu saja. Fakta telah membuktikan, tiga dari empat pertandingan inter, selalu berakhir dengan kemenangan walaupun dengan jumlah pemain yang tidak komplet.



sudah jelas….diapakno ae inter tetep berjaya…
targete ae 5 gelar juara…sangar!!!
saiki wayahe inter jaya!!!